Minggu, 17 Agustus 2014

Ini cerita singkat tentang kotaku Larantuka.




Larantuka sebuah kota kecil di ujung timur pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Apakah anda pernah berdestinasi di tempat ini? Larantuka atau biasanya dikenal dengan sebutan masyarakat setempat yaitu Kota Reinha. Sebutan ini didedikasikan kepada Bunda Maria (ibunda dari Yesus Kristus dalam kepercayaan agama katolik) sebagai pelindung kota Larantuka. Mengingat bahwa kepercayaan di kota Larantuka adalah katolik, jadi kota ini sangat kental dengan suasana yang religius. Hal semacam ini terlihat jelas ketika pada saat hari raya besar umat katolik seperti natal atau paskah. Misalnya pada saat hari raya paskah  (kebangkita Yesus Kristus), masyarakat kota Larantuka dan sekitarnya melibatkan diri untuk turut merayakan hari kebangkitan sang juru selamat dunia yesus Kristus, yang di kenal dengan sebutan Prosesi Jum’at Agung. Prosesi Jum’at Agung di larantuka Sudah di kenal di di indonesia bahkan di dunia. Hal ini terbukti dengan adanya tourist lokal maupun internasional yang datang untuk mengikuti dan terlibat langsung dalam kisah kesengsaraan Yesus Kristus. Karena di kenal dengan budaya agamis dan budaya religiusnya yang sangat kental, maka Larantuka menjadi kota wisata religius dan tempat destinasi para tourist yang ingin berwisata religi. 

Sabtu, 09 Agustus 2014




Laporan Praktikum BK Karir
“Studi di Perguruan Tinggi dan Jabatan\Pekerjaan”

Dosen Pengampu : Dra. Fransisca Mudjijanti, M.M






Oleh :
Kornelis Bopo Hewen (11409032)




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA MADIUN
2012


Bab I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Di zaman yang serba modern ini  umumnya dalam dunia kerja sangat membutuhkan tenaga yang terdidik baik itu secara moral dan memiliki kompetensi serta jiwa kerja yang tinggi.  Maka dari itu, bagi kita yang masih menempuh pendidikan  harus dan terus mengembangkan kompetensi agar ketika memasuki dunia kerja  kemampuannya dapat teruji dan di terima pada dunia kerja.
Pada khususnya untuk siswa yang telah selesai  menyelesaikan pendidikan di SMA dan melnjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi haruslah secara teliti dan tepat menentukan jurusan yang dipilih sehingga pada saat memasuki dunia kerja tidak mengalami kesulitan. Selain dari siswa itu sendiri, ada juga peran dari pihak lain untuk membantu proses kelancaran dalam pemilihan karir seperti guru di sekolah sebagai tenaga pendidik yang mampu mengarahkan siswa untuk dapat memilih jurusan yang tepat sesuai dengan kemampuannya dan juga tidak lupa orang tua.

B. Rumusan masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah diatas maka permasalahan mendasar adalah pemilihan jurusan yang tepat agar mudah dalam memasuki dunia kerja.

C. Tujuan
1. Menganalisis masalah dari siswa dalam pemilihan jurusan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
2. Mencari jurusan yang tepat dan sesuai dengan kemampuan siswanya
3. Menentukan alternative bantuan yang sesuai dengan masalah siswanya








Bab II
ISI
A. Laporan Pelaksanaan
Pelaksanaan observasi ini dilakukan pada tanggal 12 januari 2012 di rumah subjek yaitu Yosep, di Jl. Sirsat no.4 madiun. Metode yang digunakan dalam pengambilan data ini dengan wawancara. Berikut ini dapat dilampirkan pula hasil wawancara serta biodata pribadi dari subjek dengan topik “DAYA INGAT YANG LEMAH AKAN MATERI YANG TELAH DI AJARKAN DI SEKOLAH”
Hasil wawancara
Observer : selamat pagi Jello
Siswa : selamat pagi juga kak.
Observer : apakah jello tidak sibuk untuk saat ini??
Siswa : tidak kak, ada keperluan apa kak??
Observer : oh ya terima kasih yosep, berhubungan dengan saat ini
jello tidak sibuk kakak ingin bertanya sesuatu yang ada pada diri adek berkaitan dengan pemilihan karir setelah lulus di SMA ini . Boleh kan?
Siswa : oh tentu kak,
Observer : okey, kalau begitu kita memulainya sekarang ya??
Siswa : ya kak.
Observer : sebelumnya kakak sudah tahu bahwa ade lulus ujian akhir di SMA ini,
dan kira-kira ke depan ini adek sudah punya rencana apakah ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau langsung mencari kerja.
Siswa : Rencana saya sih melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi kak, saya
ingin kuliah dulu karena saat ini saya belum cukup memiliki
pengalaman untuk masuk ke dunia kerja.
Observer : oh ya, boleh kakak tahu jurusan apa yang anda ambil di SMA kali lalu.
Siswa : saya ambil jurusan IPS kak
Observer : baik sekali dan harus melanjutkan kuliah dulu biar mendapatkan
Ilmu yang lebih untuk di kembangkan. Apabila kuliah nanti rencana
ade mengambil jurusan apa.
Siswa : sejak kecil saya sangat suka dengan orang-orang yang bekerja di bank,
jadi saya kuliah nanti ambil jurusan yang prospek kerjanya di bidang
tersebut misalnya ilmu perbankan, akuntasi dan manajemen.
Observer : oh begitu ya, sangat sesuai dengan jurusan yang anda ambil, dan mudah
untuk  dipelajari lebih lanjut karena anda sudah memiliki sedikit
gambaran mengenai jurusan tersebut ketika di SMA
Siswa : Oh tentu kak, saya ingin menjadi pegawai bank di mana keinginan saya
ini  sama dengan apa yang diinginkan orang tua saya.
Observer : tadi ade mengatakan bahwa orang tua pun setuju dengan jurusan yang
anda  ambil, kira-kira mereka siap untuk membiayai anda di
perkuliahan.
Siswa : ya kak, mereka siap untuk membiayai kuliah saya karena saya adalah
anak bungsu dari 4 bersaudara dimana ke 3 kakak saya telah berhasil
dan bekerja sangat mapan. Sehingga saya pun harus seperti mereka.
Observer : sebelum memilih jurusan yang anda pilih ini, apakah anda punya minat
ke jurusan lain sebelumnya.
Siswa : ya kak, selain berminat di jurusan ini, saya juga minat untuk menjadi
seorang seniman lukis. Ketika saya memberitahukan kepada orang tua
tentang minat saya kuliah di bidang tersebut, mereka langsung meolak
 dan kurang setuju dengan alasan masa depan dan mencari kerjanya
sangat sulit. Sehingga saya memilih mengambil jurusan yang berkaitan
dengan perbankan.
Observer : oh ya pada intinya orang tua anda hanya menyetujui kuliah di jurusan
perbankan saja karena masa depannya terjamin sedangkan minat anda
di bidang kesenian tidak di setujui oleh kedua orang tua anda.
Siswa           : ya betul kak, jadi saya harus berusaha dan terus berjuang untuk
membahagiakan kedua orang tua saya dan kelurga saya. Pada minggu
 yang lalu saya sudah mndaftarkan diri untuk mengikuti tes di UNAIR
Surabaya.
Observer : oh  jadi anda sudah mendaftarkan untuk mngikuti seleksi ya. Kakak
mendukung sekali semangat dari anda semoga sukses ya.

Siswa : hehe kak, amin terima kasih kak.
observer : sekarang cukup dulu perbincangan kita kali ini. Terima kasih dari
kakak, atas kesempatannya ya dek.
Siswa : ok kak

Biodata subjek :
Nama lengkap : Petrus Kabi Kopon
Nama panggilan : Yosep
TTL : Adonara, 17 oktober 1992
Umur : 19 tahun
Alamat :  Jl. Sirsat No. 1 Kelurahan Kejuron , Madiun
Sekolah : SMKN 1 Jiwan
Jurusan : Teknologi Komputer Jaringan
Agama : Katolik
Jenis kelamin : Laki-laki
Status ;Pelajar
Hobi : Bermain Sepakbola, Main Game, olahraga.
Cita-cita : Ingin menjadi teknisi yang handal
Nama Ayah : Markus Goran
Nama Ibu : Bernadetta
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Adonara, Flores, NTT
Agama : Katolik








Lampiran foto bersama subjek :


Lampiran fotocopy laporan hasil belajar siswa di sekolah SMKN 1 Jiwan.



B. Langkah-Langkah Pelaksanaan
1. Identifikasi masalah
Proses pelaksanaan pengambilan data dari subjek  dilakukan pada tanggal 12 Juni 2012. Disini saya menggunakan metode wawancara sebagai teknik untuk memperoleh data dari subjek terkait. Dari pembicaraan kami mengenai penentuan karir selanjutnya setelah tamat SMA, siswa terkait banyak menceritakan mengenai masa depannya untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Dengan melihat kejelasan dan sumber data yang telah ia ungkapkan, saya mencoba menggali lebih dalam lagi dalam memberikan dorongan dan motivasi berupa jurusan yang di ambil ketika memasuki Perguruan Tinggi dan prospek kerja dari jurusan yang akan ia ambil.
2. Analisa  masalah
Pada wawancara yang saya lakukan terhadap klien di atas terlihat bahwa klien sangat bersemangat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Akan tetapi ia mempunyai dua pilihan jurusan yang ia ambil yang di minatinya. Jurusan yang pertama yaitu perbankan dan yang kedua ia juga memiliki minat di bidang kesenian. Ketika ia menanyakan pada orang tuanya meneganai kedua pilihan tersebut, orang tuanya lebih memilih untuk masuk ke perbankan saja karena masa depan dan prospek kejanya sangat mendukung.

3. Diagnosis
Penyebab dari klien melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah
a. Klien merasa belum cukup pengalaman untuk masuk ke dunia kerj setelah tamat SMA, sehingga ia melanjutkan pendidikan di PT untuk mengembangkan kompetensi dan kemampuannya.
b. Zaman yang modern dan membutuhkan tenaga kerja profesional yang mempunyai inteligensi dan tinggi  sesuai dengan keahlian bidangnya.
c. Untuk membahagiakan orang tuanya yang sangat mendukung anaknya untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi
d. Klien memiliki cita-cita sejak kecil yaitu ingn menjadi seorang pegawai bank sehingga klien harus melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.

4. Prognosis
Setelah mengetahui penyebab klien melanjutkan studinya ke perguruan tinggi, maka yang menjadi fokus bantuan yang di berikan untuk klien adalah :
Memberikan informasi tentang Perguruan Tinggi yang memiliki jurusan sesuai dengan minat dan pilihan klien
Memberikan gambaran bagi klien tentang prospek kerja dari jurusan yang di pilih oleh klien
Memberikan motivasi dan semangat kepada klien bahwa jurusan yang di pilihnya itu sanga sesuai dengan latar belakang pendidikannya di SMA

5. Penilaian dan Tindak lanjut
Setelah dberikan bantuan dan bimbingan pribadi terhadap klien, ia sangat senang dan sudah memiliki pandangan ke depannya mengenai jurusan yang ia pilih  saat  memasuki dunia kerja.

Bab III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari semua analisis dan data yang telah dibuat diatas, saya menarik sebuah keimpulan bahwa klien sangat antusias dan semangat yang tinggi untuk melanjutkan pendidikan di PT karena ia ingin mengembangkan kemampuannya untuk menjadi Pegawai Bank.

B. Kata penutup
Demikian laporan mengenai kesulitan-kesulitan belajar pada siswa di sekolah yang saya buat ini dapat bermanfaat bermanfaat bagi kita untuk menambah wawasan pengetahuan kita..


DAFTAR PUSTAKA
http://belajarpsikologi.com/tips-meningkatkan-daya-ingat/#ixzz1kNVbGiSL






Konseling Eksistensial Humanistik

Konseling Eksistensial  Humanistik

A.     Konsep Dasar tentang manusia
1.       Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan, dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya.
2.       Manusia tidak pernah statis, ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda, oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri
3.       Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression.
B.     Sikap dan peranan konselor
            Peranan konselor sangatlah penting di sini. Ia menetapkan dan meningkatkan suatu            suasana dimana klien bebas dan didukung untuk mengeksplorasi semua aspek mengenai diri sendiri (Rogers, 1951, 1980). Suasana ini berfokus pada hubungan konselor-klien, yang digambarkan Rogers sebagai seseorang dengan kualitas kepribadian “Saya-Anda” yang spesial. Konselor sadar akan bahasa verbal maupun non-verbal klien, dan konselor merefleksikannya kembali apa yang ia dengar maupun amati (Braaten, 1986). Klien maupun konselor tidak tahu arah sesi apa yang akan dilakukan atau tujuan apa yang akan muncul selama proses berlangsung. Klien merupakan seseorang yang “berwenang terhadap terapinya sendiri” (Moon, 2007, p. 277). Oleh karena itu, konselor mempercayai kliennya untuk mengembangkan agenda yang ingin ia kerjakan. Tugas konselor adalah lebih sebagai fasilitator daripada pengarah. Dalam pendekatan berpusat pada orang, konselor adalah ahli proses dan ahli penelitian (dari klien tersebut). Kesabaran adalah kuncinya (Miller, 1996).

C.    Tujuan Konseling
1.      Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya. Saya adalah saya
2.      Memperbaiki dan mengubah sikap, persepsi cara berfikir, keyakinan serta pandangan-pandangan individu, yang unik, yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin.
3.      Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya.
4.      Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya.
                                                   
D.     Teknik-Teknik Konseling
            Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client       centered counseling, sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. Rogers. meliputi:
a.      acceptance (penerimaan);
b.      respect (rasa hormat);
c.       understanding (pemahaman);
d.      reassurance (menentramkan hati);
e.       encouragementlimited questioning (pertanyaan   terbatas);
f.        reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan).       

Melalui penggunaan teknik-teknik tersebut diharapkan konseli dapat :
(1)    memahami dan     menerima diri dan lingkungannya dengan baik;
(2)   mengambil keputusan yang tepat;
(3)   mengarahkan diri;
(4)   mewujudkan dirinya. (memberi    dorongan)

E.     Deskripsi Tahapan dalam Konseling
1.      Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli.
2.      Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya.
3.      Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan.
4.      Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling.
5.      Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor.
Sinopsis permasalahan
            Ada seorang anak laki-laki namanya Toni, Dia seorang siswa SMA. Dia adalah siswa yang pemalu, pendiam, dan dia termasuk siswa yang pandai di kelasnya, dia juga siswa yang aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Tetapi, entah mengapa dalam beberapa minggu ini sifat dan perilaku Toni berubah sangat drastis. Dia menjadi sering tidak masuk jam pelajaran bahkan tidak masuk sekolah. Entah apa yang terjadi dengan Toni?. Beberapa teman Toni melaporkan kepada Gurur BK, bahwa Toni sering tidak masuk jam pelajaran. Sebagai Guru BK harus cepat bertindak karena Toni adalah anak yang jarang berbuat salah di sekolahnya, tetapi kenapa aklhir-akhir ini Dia berubah menjadi anak yang suka bolos jam pelajaran.
            Masalah yang terjadi pada Toni seorang siswa SMA pada synopsis diatas dapat digolongkan kedalam bidang bimbingan pribadi. Berrkaitan dengan itu maka pendekatan yang cocok untuk di jadikan sebagai strategi intervensinya adalah “pendekatan konseling trai and factor”.
Alasannya :
            Karena pendekatan trait and factor menekankan pada kepribadian individu dimana pendekatan ini mengajak individu untuk berpikir mengenai dirinya serta mengembangkan cara-cara yang dilakukan agar keluar dari masalah yang di hadapinya. Konseling trait and factor menjadikan individu untuk dapat mengalami :
·         Klarifikasi diri
·         Pemahaman diri
·         Penerimaan diri
·         Pengarahan diri
·         Aktualisasi diri
            Untuk dapat membuat individu keluar dari masalahnya, konselor harus menggunakan teknik teknik yang dipakai dalam konseling trait and factor yaitu menganalisis, sintesis, diagnosis, prognosis, konseling(treatment), dan follow up mengenai masalah yang di alaminya itu. Kembali ke synopsis di atas, konselor dapat menggunakan teknik – teknik trait and factor secara berkelanjutan maka akan menemukan permasalahan yang sebenarnya dialami oleh Toni.