Sepakbola
adalah salah satu olahraga yang paling di gemari manusia di planet ini. Dari
usia anak-anak hingga tua pun pasti akan tertarik dengan pembicaraan mengenai
sepakbola. Sebut saja Pele bintang sepakbola Brasil di tahun 1970-an yang melegenda
bersama Bobby Charlton Bintang Inggris kala itu dan dunia sepakbola terus
mengahasilkan bintang lapangan hijau seperti Maradona, Giusepe Meazza sampai
pada abad ke 20 yang kita kenal sekarang dengan rivalitas abadi Cristiano
Ronaldo dan Lionel Messi. Semua pencinta bola pasti tak asing lagi dengan nama
legenda yang telah tersebutkan itu. Itulah sepakbola selalu ada cerita di awal
dan akhir sebuah laga, yang menjadi sebuah perdebatan tak ada akhirnya. Lebih
hebatnya lagi sepakbola memberikan pesan perdamaian dunia, persaudaraan dan
juga menjadi industri bisnis. Peradaban dunia yang modern menjadikan sepakbola
tidak hanya sebagai olahraga semata tetapi lebih jauh lagi ke arah industrial
bisnis yang sangat fantastis. Sebut saja pemilik klub Inggris Manchester United
Malcom Glazzer adalah Pengusaha kaya Amerika merambah bisnisnya dengan
mengambil alih hak milik Manchester United dengan menjadikannya sebagai salah
satu klub sepakbola terkaya di dunia. Di Spanyol ada Florentino Perez pemilik
Klub kaya raya Real Madrid, Raja minyak Arab yang menjadikan Manchester City
dan Paris St. Germain (PSG) menjadi salah satu klub sepakbola terbaik dunia.
Itulah gambaran kecil dari industrial bisnis di bidang sepakbola yang boleh di
bilang fantastis.
Kita
tinggalkan tentang pesepakbolaan dunia dan masuk pada kancah nasional.
Sepakbola Indonesia mengalami kemajuan dari masa ke masa. Saya mulai mengikuti
perkembangan Sepakbola di awal tahun 2000 an yaitu Liga Djarum sampai pada saat ini Liga 1. Selalu saja berganti
setiap waktu dan kita melihatnya sebagai sebuah pembenahan menuju
persepakbolaan modern yang kompetitif dan selevel dengan sepakbola yang telah
maju seperti di Eropa dan Amerika Selatan.
Sejalan
dengan sepakbola nasional, di Kancah lokal Sepakbola Kabupaten Flores Timur
khusunya dan Nusa Tenggara Timur umumnya tentu tak asing lagi mendengar nama
Perseftim yang selalu menjadi kebanggaan masyarakat Flores Timur dan penikmat
sepakbola NTT. Perseftim bagaikan magnet bagi seluruh pecinta sepakbola dan
selalu dinantikan aksinya dalam Turnamen 2 tahunan Piala El Tari (Piala
Gubernur). Mengikuti sebuah turnamen paling bergengsi dalam Provinsi NTT adalah
sebuah harga diri dan pertaruhan nama kabupaten masing-masing. Berbagai
persiapan dan pencarian bibit berbakat pun gencar di lakukan untuk mengisi
sekuat armada Perseftim dengan mengadakan kompetisi lokal mulai dari Bupati
Cup, U – 23, U-16 dan kompetisi lokal lainnya. Semua itu hanya untuk menatap
dan menuju Perseftim yang jaya. Geliat masyarakat Flores Timur dalam menyambut
sebuah kompetisi khususnya sepakbola menjadi rating tertinggi untuk olahraga
yang paling digemari di bumi lamaholot ini. Hal ini bukan hanya isapan jempol
belaka, terbukti di helatan Bupati Cup musim 1-3, antusias dari masayarakat
dalam menyambut kompetisi ini boleh di bilang sangat fantastis dengan
mempersiapkan tim sepakbola dan menyiapkan bibit berbakat untuk berkompetisi
pada event ini. Tidak hanya itu, dukungan dari masyarkat bagi tim kesayangannya
pun sangat fanatik yang seakan menjadi hiburan bagi masyarakat Flores Timur.
Inilah kerinduan masyarakat akan sepakbola seolah-olah kompetisi ini mestinya
menjadi ajang tahunan, bukan harus menunggu adanya kompetisi yang lebih tinggi
baru kita adakan. Orang tentu akan mempersepsi bernada cibran sebagai bentuk
pencarian bibit dan mempersiapkan diri untuk mengisi sekuat utama Perseftim
untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi dari Bupati Cup yakni Gubernur Cup.
Kalau ingin merajai NTT tentu itu tak cukup sebagai persiapan yang matang.
Pepatah sederhana ini menjadi acuan “Jika ingin Juara teruslah berlatih dan
tekun belajar”. Bukan menunggu ujian datang baru kita belajar, tapi sepanjang
waktu teruslah belajar maka akan menjadi jiwa pemenang. Untuk itu, dibentuknya
kompetisi U-23 dan U-16 adalah kabar gembira bagi perkembangan sepakbola dan
pembinaan anak muda Flores Timur menuju kejayaan. Dan tentunya harapan kita
Bupati Cup harus di adakan setiap tahunnya diikuti juga turnamen lainnya,
sehingga pembinaan mental terus berlanjut dan akan ditanamkan dalam jiwa kaum
muda sebagai pemain sepakbola yang handal dan terdidik. Dengan menghidupkan
turnamen setiap tahunnya maka pemerintah
daerah telah menjalankan pembinaan kaum muda dengan menyediahkan wadah untuk
perkembangan minat dan bakat bagi kaum muda serta pemberdayaan manusia Flores
Timur menuju manusia yang mampu berkompetitif, kreatif dan bermental pejuang.
Ini akan menyingkirkan semua persepsi publik tentang orang muda Flores Timur
yang bermental instan, acuh tak acuh, malas, mudah menyerah dan kurang kreatif.
Ini adalah suatu dorongan dan terobosan yang tentunya kita semua elemen
masyarakat Flores Timur untuk memberikan dukungan penuh kepada pihak-pihak
terkait baik itu di pemerintah daerah maupun pihak swasta untuk selalu kreatif
dan inovatif dalam memajukan dan mengembangkan Persatuan Sepakbola Flores Timur (Perseftim) merajai NTT dan
jalan terbuka menuju tahta tertinggi persepakbolaan nasional Liga Indonesia.