Rabu, 29 November 2017

Flores Timur Raja Sepakbola NTT

Sepakbola adalah salah satu olahraga yang paling di gemari manusia di planet ini. Dari usia anak-anak hingga tua pun pasti akan tertarik dengan pembicaraan mengenai sepakbola. Sebut saja Pele bintang sepakbola Brasil di tahun 1970-an yang melegenda bersama Bobby Charlton Bintang Inggris kala itu dan dunia sepakbola terus mengahasilkan bintang lapangan hijau seperti Maradona, Giusepe Meazza sampai pada abad ke 20 yang kita kenal sekarang dengan rivalitas abadi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Semua pencinta bola pasti tak asing lagi dengan nama legenda yang telah tersebutkan itu. Itulah sepakbola selalu ada cerita di awal dan akhir sebuah laga, yang menjadi sebuah perdebatan tak ada akhirnya. Lebih hebatnya lagi sepakbola memberikan pesan perdamaian dunia, persaudaraan dan juga menjadi industri bisnis. Peradaban dunia yang modern menjadikan sepakbola tidak hanya sebagai olahraga semata tetapi lebih jauh lagi ke arah industrial bisnis yang sangat fantastis. Sebut saja pemilik klub Inggris Manchester United Malcom Glazzer adalah Pengusaha kaya Amerika merambah bisnisnya dengan mengambil alih hak milik Manchester United dengan menjadikannya sebagai salah satu klub sepakbola terkaya di dunia. Di Spanyol ada Florentino Perez pemilik Klub kaya raya Real Madrid, Raja minyak Arab yang menjadikan Manchester City dan Paris St. Germain (PSG) menjadi salah satu klub sepakbola terbaik dunia. Itulah gambaran kecil dari industrial bisnis di bidang sepakbola yang boleh di bilang fantastis.
Kita tinggalkan tentang pesepakbolaan dunia dan masuk pada kancah nasional. Sepakbola Indonesia mengalami kemajuan dari masa ke masa. Saya mulai mengikuti perkembangan Sepakbola di awal tahun 2000 an yaitu Liga Djarum sampai  pada saat ini Liga 1. Selalu saja berganti setiap waktu dan kita melihatnya sebagai sebuah pembenahan menuju persepakbolaan modern yang kompetitif dan selevel dengan sepakbola yang telah maju seperti di Eropa dan Amerika Selatan.
Sejalan dengan sepakbola nasional, di Kancah lokal Sepakbola Kabupaten Flores Timur khusunya dan Nusa Tenggara Timur umumnya tentu tak asing lagi mendengar nama Perseftim yang selalu menjadi kebanggaan masyarakat Flores Timur dan penikmat sepakbola NTT. Perseftim bagaikan magnet bagi seluruh pecinta sepakbola dan selalu dinantikan aksinya dalam Turnamen 2 tahunan Piala El Tari (Piala Gubernur). Mengikuti sebuah turnamen paling bergengsi dalam Provinsi NTT adalah sebuah harga diri dan pertaruhan nama kabupaten masing-masing. Berbagai persiapan dan pencarian bibit berbakat pun gencar di lakukan untuk mengisi sekuat armada Perseftim dengan mengadakan kompetisi lokal mulai dari Bupati Cup, U – 23, U-16 dan kompetisi lokal lainnya. Semua itu hanya untuk menatap dan menuju Perseftim yang jaya. Geliat masyarakat Flores Timur dalam menyambut sebuah kompetisi khususnya sepakbola menjadi rating tertinggi untuk olahraga yang paling digemari di bumi lamaholot ini. Hal ini bukan hanya isapan jempol belaka, terbukti di helatan Bupati Cup musim 1-3, antusias dari masayarakat dalam menyambut kompetisi ini boleh di bilang sangat fantastis dengan mempersiapkan tim sepakbola dan menyiapkan bibit berbakat untuk berkompetisi pada event ini. Tidak hanya itu, dukungan dari masyarkat bagi tim kesayangannya pun sangat fanatik yang seakan menjadi hiburan bagi masyarakat Flores Timur. Inilah kerinduan masyarakat akan sepakbola seolah-olah kompetisi ini mestinya menjadi ajang tahunan, bukan harus menunggu adanya kompetisi yang lebih tinggi baru kita adakan. Orang tentu akan mempersepsi bernada cibran sebagai bentuk pencarian bibit dan mempersiapkan diri untuk mengisi sekuat utama Perseftim untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi dari Bupati Cup yakni Gubernur Cup. Kalau ingin merajai NTT tentu itu tak cukup sebagai persiapan yang matang. Pepatah sederhana ini menjadi acuan “Jika ingin Juara teruslah berlatih dan tekun belajar”. Bukan menunggu ujian datang baru kita belajar, tapi sepanjang waktu teruslah belajar maka akan menjadi jiwa pemenang. Untuk itu, dibentuknya kompetisi U-23 dan U-16 adalah kabar gembira bagi perkembangan sepakbola dan pembinaan anak muda Flores Timur menuju kejayaan. Dan tentunya harapan kita Bupati Cup harus di adakan setiap tahunnya diikuti juga turnamen lainnya, sehingga pembinaan mental terus berlanjut dan akan ditanamkan dalam jiwa kaum muda sebagai pemain sepakbola yang handal dan terdidik. Dengan menghidupkan turnamen setiap  tahunnya maka pemerintah daerah telah menjalankan pembinaan kaum muda dengan menyediahkan wadah untuk perkembangan minat dan bakat bagi kaum muda serta pemberdayaan manusia Flores Timur menuju manusia yang mampu berkompetitif, kreatif dan bermental pejuang. Ini akan menyingkirkan semua persepsi publik tentang orang muda Flores Timur yang bermental instan, acuh tak acuh, malas, mudah menyerah dan kurang kreatif. Ini adalah suatu dorongan dan terobosan yang tentunya kita semua elemen masyarakat Flores Timur untuk memberikan dukungan penuh kepada pihak-pihak terkait baik itu di pemerintah daerah maupun pihak swasta untuk selalu kreatif dan inovatif dalam memajukan dan mengembangkan Persatuan Sepakbola  Flores Timur (Perseftim) merajai NTT dan jalan terbuka menuju tahta tertinggi persepakbolaan nasional Liga Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berpartisipasi menuangkan ide, gagasan, pendapat yang konstruktif serta saran untuk blog saya lebih baik.
So, i want to good idea of you right now......