Minggu, 19 Februari 2017

IN MEMORIAM “PATRICK THYLER DOUGHTY”
Mengenang Patrick Thyler Doughty (23 September 1995 – 7 Maret 2005) Penderita Kanker Otak yang selalu semangat dalam menghadapi Penyakit yang di deritanya. Ada hal menarik dan inspiratif yang kita ambil dari si Pejuang Tuhan ini, itulah julukan yang disematkan padanya. Dari sini saya akan masuk pada tulisan Surat-Surat yang ia Tuliskan semasa Mengidap penyakit Kanker yang kemudian di Filmkan berjudul “Letter To God”. Beribu tulisan surat yang ia tuliskan dan diberikan ke Petugas pos Surat memberikan banyak arti dan makna dalam mengarungi nilai kehidupan ini. Ia mengajarkan kepada kita tentang menyukuri Hikmat, nikmat dan anugerah yang Tuhan berikan untuk kita. Apa pun itu Baik buruk, suka duka, susah senang, sakit  sehat, mengidap penyakit, semuanya itu disyukuri sebagai kado terindah yang diberikan oleh Tuhan. Dengan tulisan tulisan yang ia berikan ke Petugas Pos untuk dikirimkan kepada Tuhan. Rasanya aneh bagi si Pak Pos untuk mengikuti alamat yang di tujukkan Thyler dalam Suratnya itu. To : GOD – From : Thyler, itulah tulisan luar perangko yang isinya memiliki sejuta arti tulisan itu. Pimpinan Kantor Pos tersebut pun merasa bingung kemanakah Surat itu selanjutnya diberikan? Melihat cerita dalam film pendek sang Inspirator mengartikan bahwa siapakah Tuhan itu? Mereka pun mencoba tuk membawanya ke Gereja dan memberikanya pada Pastor karena disanalah alamat dan wakil Tuhan yang hidup didunia nyata. Apa yang di katakan Pastor ketika Si Pak Pos mengantarkan surat tersebut? Menurutku Tuhan kirimkan surat ini ke tanganmu untuk alasan tertentu. Si Petugas Pos pun membalas, saya tak tahu apa yang harus sayalakukan dengan surat itu?? Sahut pastor membalas “pertama-tama pulang dan tidur.dengarkan apa kata Tuhan, karena surat ini di tulis untuk-Nya.  Dan melihat apa yang sudah dilakukan oleh Thyler membuat kita yakin bahwa Tuhan itu ada dengan keyakinan dan kepercayaan kita. Ia membuat semua orang membaca The Letter To God dan menguatkan apa arti sebenarnya dari perjalanan hidup kita di dunia ini. Tuhan telah menunjuk dan memberi jalan kepada tukang Pos yang latar belakang menyedihkan di masa lalu karena di tinggal isteri bersama anaknya. Tuhan mengajak si Tukang Pos agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan lewat Surat yang ia Kirimkan kepada Tuhan dengan membaca isi surat itu. Dan semua yang di tuliskan Thyler membuatnya berpikir makna dari hidup yang sebenarnya yang akhirnya Tuhan pula yang mempersatukan mereka kembali. Terima kasih pejuang Tuhan “Patrick Thyler Doughty”, darimu kami belajar dan mensyukuri arti hidup ini. Olehmu saya tahu memiliki kedua orang tua yang hebat yang telah membesarkan, membimbing, mendidik dan menanamkan nilai-nilai kebaikan seperti yang di tuliskan dalam Letter to God shingga kini yang telah aku Panenkan. Karenamu saya tahu dan merasa bersyukur harus bagaimana memperlakukan orang tuaku dengan sebaik-baiknya, mencintai saudara/i ku dan berbuat baik kepada siapa pun. Dari cerita hidup yang di jalani Thyler sang Pejuang Tuhan, pasti kita berpikir kenapa Tuhan tak menyembuhkan dan selamatkannya dari penyakit  yang di deritanya? Saya dan anda pasti akan bertanya seperti itu. Perlu kita telaah secara medalam nilai Rasa syukur dan terima kasih atas anugerah yang telah Tuhan berikan dalam hidup Thyler. Tuhan telah membaca beribu surat yang Thyler tulis untuk_Nya. Lebih jauh Ia mengajarkan tentang segala yang kita milliki adalah milik-Nya. Apapun yang kita pertahankan dan kita sayangi  Tuhan lebih menyanyangi. Tulisan surat Thyler telah merasuk semua kita bahwa Tuhan itu ada dengan mempercayai apa yang terjadi di dunia ini pemberian Tuhan. Thyler telah membuat kita menjadi yakin akan Iman yang kita tanamkan selama ini menjadi besar. Itulah pesan hebat yang Tuhan berikan kepada Thyler dalam tulisan, “Tuhan Kurasa kita berhasil !! Aku hanya ingin supaya semua orang jadi percaya, salam sayang Thyler”. Itulah kata-kata terakhir yang dituliskan sebelum menghembuskan nafas terakhir untuk selama-lamanya. Baiklah kita kembali lagi pada awal cerita seorang Thyler kecil  telah mengidap kanker di usianya yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Ia pun harus berjuang untuk melawan kanker yang dideritanya itu dengan pengobatan keluar masuk Rumah Sakit. Teman-teman, guru, kerabat  bahkan Pak Pos serta pembaca Letter to God pun bereaksi memberikan support dan semangat padanya. Ia percaya bahwa apa yang diberikan padanya itu adalah kado terindah yang Tuhan berikan padanya. Ia menghadapinya dengan tenang karena Tuhan bersamanya, semua yang dilakukan dalam nama Tuhan akan menjadi indah pada waktunya. Ada nilai dasar yang Thyler berikan dalam nama Tuhan untuk kita yakni Iman dan Kasih Tuhan. Thyler telah menyentuh Iman kita untuk yakin pada-Nya agar lebih totaliter dan militan dalam mengimani Nya. Kasih yang di tanamkan dalam diri Thyler memberikan kita dan kepada siapapun yang mengidap penyakit untuk tetap sabar dan menerimanya dengan hati yang tenang dan damai. Disinilah dasar yang khas dari hidup Kristen. Akhirnya saya harus sekali lagi mengucapkan terima kasih padamu Sang Pejuang Tuhan, bersamaNya telah mewakili apa yang Tuhan katakan lewat beribu tulisan Surat yang di tulisakan. Ia telah tiada, tapi ia meninggalkan sejuta Memori tentang nilai hidup bagi kita. RIP the Young Man “Patrick Thyler Doughty”.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berpartisipasi menuangkan ide, gagasan, pendapat yang konstruktif serta saran untuk blog saya lebih baik.
So, i want to good idea of you right now......