IN MEMORIAM “PATRICK THYLER DOUGHTY”
Mengenang
Patrick Thyler Doughty (23 September
1995 – 7 Maret 2005) Penderita Kanker Otak yang selalu semangat dalam
menghadapi Penyakit yang di deritanya. Ada hal menarik dan inspiratif yang kita
ambil dari si Pejuang Tuhan ini, itulah julukan yang disematkan padanya. Dari
sini saya akan masuk pada tulisan Surat-Surat yang ia Tuliskan semasa Mengidap
penyakit Kanker yang kemudian di Filmkan berjudul “Letter To God”. Beribu
tulisan surat yang ia tuliskan dan diberikan ke Petugas pos Surat memberikan
banyak arti dan makna dalam mengarungi nilai kehidupan ini. Ia mengajarkan
kepada kita tentang menyukuri Hikmat, nikmat dan anugerah yang Tuhan berikan
untuk kita. Apa pun itu Baik buruk, suka duka, susah senang, sakit sehat, mengidap penyakit, semuanya itu
disyukuri sebagai kado terindah yang diberikan oleh Tuhan. Dengan tulisan
tulisan yang ia berikan ke Petugas Pos untuk dikirimkan kepada Tuhan. Rasanya
aneh bagi si Pak Pos untuk mengikuti alamat yang di tujukkan Thyler dalam
Suratnya itu. To : GOD – From : Thyler, itulah tulisan luar perangko yang
isinya memiliki sejuta arti tulisan itu. Pimpinan Kantor Pos tersebut pun
merasa bingung kemanakah Surat itu selanjutnya diberikan? Melihat cerita dalam
film pendek sang Inspirator mengartikan bahwa siapakah Tuhan itu? Mereka pun
mencoba tuk membawanya ke Gereja dan memberikanya pada Pastor karena disanalah
alamat dan wakil Tuhan yang hidup didunia nyata. Apa yang di katakan Pastor
ketika Si Pak Pos mengantarkan surat tersebut? Menurutku Tuhan kirimkan surat
ini ke tanganmu untuk alasan tertentu. Si Petugas Pos pun membalas, saya tak
tahu apa yang harus sayalakukan dengan surat itu?? Sahut pastor membalas
“pertama-tama pulang dan tidur.dengarkan apa kata Tuhan, karena surat ini di
tulis untuk-Nya. Dan melihat apa yang
sudah dilakukan oleh Thyler membuat kita yakin bahwa Tuhan itu ada dengan
keyakinan dan kepercayaan kita. Ia membuat semua orang membaca The Letter To
God dan menguatkan apa arti sebenarnya dari perjalanan hidup kita di dunia ini.
Tuhan telah menunjuk dan memberi jalan kepada tukang Pos yang latar belakang
menyedihkan di masa lalu karena di tinggal isteri bersama anaknya. Tuhan
mengajak si Tukang Pos agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan lewat Surat
yang ia Kirimkan kepada Tuhan dengan membaca isi surat itu. Dan semua yang di
tuliskan Thyler membuatnya berpikir makna dari hidup yang sebenarnya yang
akhirnya Tuhan pula yang mempersatukan mereka kembali. Terima kasih pejuang
Tuhan “Patrick Thyler Doughty”, darimu kami belajar dan mensyukuri arti hidup
ini. Olehmu saya tahu memiliki kedua orang tua yang hebat yang telah membesarkan,
membimbing, mendidik dan menanamkan nilai-nilai kebaikan seperti yang di
tuliskan dalam Letter to God shingga kini yang telah aku Panenkan. Karenamu saya
tahu dan merasa bersyukur harus bagaimana memperlakukan orang tuaku dengan
sebaik-baiknya, mencintai saudara/i ku dan berbuat baik kepada siapa pun. Dari
cerita hidup yang di jalani Thyler sang Pejuang Tuhan, pasti kita berpikir
kenapa Tuhan tak menyembuhkan dan selamatkannya dari penyakit yang di deritanya? Saya dan anda pasti akan
bertanya seperti itu. Perlu kita telaah secara medalam nilai Rasa syukur dan
terima kasih atas anugerah yang telah Tuhan berikan dalam hidup Thyler. Tuhan
telah membaca beribu surat yang Thyler tulis untuk_Nya. Lebih jauh Ia
mengajarkan tentang segala yang kita milliki adalah milik-Nya. Apapun yang kita
pertahankan dan kita sayangi Tuhan lebih
menyanyangi. Tulisan surat Thyler telah merasuk semua kita bahwa Tuhan itu ada
dengan mempercayai apa yang terjadi di dunia ini pemberian Tuhan. Thyler telah
membuat kita menjadi yakin akan Iman yang kita tanamkan selama ini menjadi
besar. Itulah pesan hebat yang Tuhan berikan kepada Thyler dalam tulisan,
“Tuhan Kurasa kita berhasil !! Aku hanya ingin supaya semua orang jadi percaya,
salam sayang Thyler”. Itulah kata-kata terakhir yang dituliskan sebelum
menghembuskan nafas terakhir untuk selama-lamanya. Baiklah kita kembali lagi
pada awal cerita seorang Thyler kecil
telah mengidap kanker di usianya yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD).
Ia pun harus berjuang untuk melawan kanker yang dideritanya itu dengan
pengobatan keluar masuk Rumah Sakit. Teman-teman, guru, kerabat bahkan Pak Pos serta pembaca Letter to God
pun bereaksi memberikan support dan semangat padanya. Ia percaya bahwa apa yang
diberikan padanya itu adalah kado terindah yang Tuhan berikan padanya. Ia
menghadapinya dengan tenang karena Tuhan bersamanya, semua yang dilakukan dalam
nama Tuhan akan menjadi indah pada waktunya. Ada nilai dasar yang Thyler
berikan dalam nama Tuhan untuk kita yakni Iman dan Kasih Tuhan. Thyler telah
menyentuh Iman kita untuk yakin pada-Nya agar lebih totaliter dan militan dalam
mengimani Nya. Kasih yang di tanamkan dalam diri Thyler memberikan kita dan
kepada siapapun yang mengidap penyakit untuk tetap sabar dan menerimanya dengan
hati yang tenang dan damai. Disinilah dasar yang khas dari hidup Kristen.
Akhirnya saya harus sekali lagi mengucapkan terima kasih padamu Sang Pejuang
Tuhan, bersamaNya telah mewakili apa yang Tuhan katakan lewat beribu tulisan
Surat yang di tulisakan. Ia telah tiada, tapi ia meninggalkan sejuta Memori
tentang nilai hidup bagi kita. RIP the Young Man “Patrick Thyler Doughty”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berpartisipasi menuangkan ide, gagasan, pendapat yang konstruktif serta saran untuk blog saya lebih baik.
So, i want to good idea of you right now......